Jumat, 11 November 2016

Pengaruh Komputer Bagi Anak

Pengaruh Komputer Bagi Anak
Komputer telah menjadi bagian hidup dari masyarakat saat ini, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak. Selain memiliki manfaat, komputer juga dapat memberi dampak negatif. Tentu saja amat dibutuhkan kepedulian orang tua dan juga para pendidik untuk mencegah anak terkena dampak negatif dari kotak canggih ini.

Kebanyakan orang tua saat ini merasa serba salah jika anak mereka bersahabat dengan komputer. Keinginan kuat agar anak mereka tidak gagap teknologi dan bisa lebih banyak belajar melalui komputer terkadang kendur ketika melihat damoak negatif yang sering ditimbulkan dari penggunaan komputer yang tidak tepat.

Nina Aman, seorang staf pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, sebgaimana di kutip Hari dalam BalitaCerdas.com, mengemukakan bahwa kemuncukan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral.

Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengemabangan intelektual dan motorik anak.


Mangoenprasodjo dalam bukunya, “Pengasuhan Anak di Era Internet”, menulis banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak dikenalkan pada komputer sedini mungkin. Jika cara Anda benar, Anda tidak hanya membuatnya “melek” teknologi, namun komputer juga bisa menjadinmedia untuk mengembangkan cara berpikir dan memecahkan masalah serta kreativitas si kecil.    

Jumat, 04 November 2016

tips hidup hemat

tips hidup hemat:
1. Makan ala kadarnya, mengapa? karena makan adalah salah satu pengeluaran terbesar dari penghasilan kita. Tapi ingat bukan makan asal2an, tetap menuntut 4 sehat 5 sempurna. Memasak dirumah merupakan upaya penghematan karena jika kita keseringan makan diluar tentunya akan 2-3 kali membobok anggaran belanja rumah kita.
2. Kurangi cuci mata, hehehhe🙂 maksudnya window shopping. Karena keseringan WS ini akan berakibat kita lebih mudah membelanjakan penghasilan kita untuk barang baru. Padahal barang2 yang ada dirumah masih berfungsi dengan baik.
3. Gunakan kendaraan umum, oooo so pasti lah, paling enak disini naik sepeda, kalo cum asekedar keliling2 kota mah gak perlu naik bis, walaupn saya ada tiket 1 semester tapi dimusim panas ini sepeda adalah kendaraan dengan mobilitas tinggi, sekalian berolahraga.
4. Gunakan lampu dengan sensor cahaya, ini sebuah terobosan dalam dunia teknologi sensor. Lampu akan menyala jika ada orang disekitar lampu tersebut, sehingga jika tak ada orang otomatis lampu mati ini akan menghemat biaya pemakaian listrik. Tapi sulitnya diindo pasti kalo rumah gelap ya maling siap2 masuk.
5. Kurangin telfon dan ber SMS ria. Gunakan telfon untuk hal2 yang penting saja, jika kangen telfon saja beberapa waktu sehingga bisa menghemat pengeluaran. Saya mengisi pulsa telfon kadang 6 bulan sekali, telfon ke indonesia/rumah 2 minggu sekali bahkan sempat 1 bulan tak tlp.
6. Jika bisa memasak untuk 3 kali makan, lakukanlah. Kurangi memasak lebih dari 1 kali, sehingga dapat mengirit bahan bakar memasak/minyak goreng, gas, listrik, minyak tanah.
7. Hindari pertemuan2 yang tidak penting, karena biasanya kita harus mengeluarkan uang untuk pertemuan tersebut, ongkos menuju tempat pertemuan, biaya sosial pertemuan (rokok, makan dan minuman) kecuali mereka yang bayarin /gratis) heheheh🙂
8. Gunakan barang2 selama masih berfungsi dengan baik, rawat barang2 tersebut sehingga tidak rusak sebelum waktunya.
9. Berolahraga yang cukup menghindari kita mengeluarkan orngkos untuk membayar dokter dan obat, karena kita selalu menjaga kesehatan.
10. Berusahalah untuk berlibur tidak terlalu jauh dari rumah anda, berlibur tidak harus menyewa resort dengan menginap 1 -2 minggu, hidup kan liburan anda dengan mengunjungi orang tua handai taulan kerabat,   sahabat anda atau sekedar menyapa tetangga anda.

tips sukses

Langkah-langkah sukses:
1. Seriuslah terhadap masa depan anda. Buatlah keputusan sekarang ! Bahwa anda dapat mencapai kesuksesan anda dan tuliskan apa saja yang akan/ingin anda dapatkan pada saat anda meraihnya. Lakukan sesuatu mulai sekarang. Bila anda tidak melakukan berarti anda tidak serius terhadap kesuksesan anda
2.Kenalilah kelemahan anda. Anda harus bisa mengenali hal hal apa saja yang dapat membuat anda selalu kembali pada masa lalu anda yang penuh kegagalan. Apa saja yang perlu anda lakukan/perbaiki agar anda bisa mencapai kesuksesan.
3. Carilah lingkungan yang positif. Berkumpul dengan orang orang yang penuh dengan cita cita dan target dalam hidupnya akan membuat anda bersemangat dan ikut merasakan keyakinan mereka dan akan menular pada keyakinan anda sendiri. Anda tidak akan menjadi seekor elang apabila anda selalu berkumpul dengan sekelompok ayam.
4. Peliharalah kesehatan anda. Istirahat yang cukup, berolah raga dan mengkonsumsi bahan makanan tambahan yang dibutuhkan oleh tubuh anda sebagai orang yang aktif.
5. Visualisasi Positif. Kesuksesan dimulai dengan bagaimana anda melihat diri anda. Bila anda selalu melihat diri anda menjadi seorang yang sukses maka alam bawa sadar anda akan membawa anda kearah sana.
6. Positif “Self Talk”. Teruslah berbicara pada diri sendiri secara positif. Kontrollah segala pembicaraan anda dengan diri anda sendiri. Pilih kata yang positif. Anda tidak akan pernah sukses apabila anda melihat diri anda sebagai pecundang dan selalu berbicara pada diri sendiri bahwa anda tidak bisa. Apabila anda ragu terhadap diri anda, bagaimana orang lain akan percaya pada anda.
7. Lakukan tindakan yang positif. Lakukan dengan cepat. Lebih cepat lebih baik. semakin anda lebih baik, maka anda akan mendapatkan hal hal yang lebih baik. Hal hal baik tersebut akan membuat anda semakin mencintai diri anda sendiri. Semakin anda mencintai diri sendiri maka keyakinan anda terhadap diri anda sendiri semakin baik juga. Bila keyakinan anda semakin tinggi maka anda akan semakin disiplin. Kedisiplinan anda akan membuat anda maju terus apapun tantangannya. Anda tidak akan bisa dihentikan oleh siapapun untuk mencapai kesuksesan anda.

Langkah-langkah Menulis Cerpen


Saya akan memberi tahu cara menulis cerpen. Langkah- langkahnya sebagai berikut:
Langkah-langkah Menulis Cerpen
Setiap orang memiliki cara dan langkah-langkah tersendiri dalam menulis cerpen. Hal tersebut dinamakan dengan proses kreatif. Bahkan para penulis profesional pun memiliki proses kreatif yang berbeda satu sama lain. Hal tersebut menandakan bahwa dalam menulis cerpen, banyak proses yang dapat dipilih. Hal terpenting adalah bahwa proses kreatif tersebut menunjang seseorang dalam menciptakan karya sebaik mungkin.
Namun demikian, terdapat langkah-langkah menulis cerpen yang pada umumnya dimiliki setiap penulis profesional. Langkah-langkah tersebut perlu diperhatikan para penulis pemula atau seseorang yang ingin hendak menulis cerpen. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.

1. Menetapkan Niat dan Motivasi
Seperti halnya memulai suatu aktivitas, sebelum menulis cerpen harus disiapkan niat yang kuat dan motivasi yang mantap. Dengan niat yang kuat, maka kesulitan dalam menulis tidak akan menjadi hambatan atau membuat putus asa. Bagi pemula, niat yang kuat perlu dimiliki agar menyadari bahwa menulis cerpen itu tidak sesulit yang dibayangkan namun tidak semudah membalik telapak tangan. Artinya, bahwa menulis itu mudah, namun pada prosesnya akan ditemui banyak kesulitan. Maka, hambatan tersebut tidak akan menyurutkan pemula untuk terus mencoba.
Banyak motif yang dimiliki seseorang saat menulis cerpen, misalnya untuk kepentingan akademik (tugas sekolah), hobi semata, prestise atau materi (penulis), dan lain-lain. Namun, apa pun bentuk motifnya diperlukan motivasi yang mantap agar cerpen yang dibuat tidak sekadar tulisan hambar yang tidak seorang pun minat membacanya.
2. Menentukan Tema
Setelah memantapkan niat, saatnya kita menulis. Hal yang pertama kali dilakukan adalah menentukan tema cerpen yang akan dibuat. Tema adalah ide yang mendasari sebuah cerita. Tema biasanya datang karena inspirasi. Inspirasi muncul karena tersedia pengetahuan dan pengalaman di dalam pikiran atau otak. Oleh karena itu, inspirasi muncul dari kejadian (peristiwa) yang dialami atau wawasan pengetahuan yang luas.
Setiap orang pasti memiliki pengalaman hidup, baik yang terjadi sehari-hari atau tersimpan di dalam memori karena terjadi di masa lalu. Pengalaman bukan berarti kejadian yang dialami diri sendiri saja, melainkan kejadian atau peristiwa hidup yang dialami orang lain yang kita lihat dan dengar. Selain itu, wawasan yang luas diperoleh dengan cara mencarinya di lingkungan sekitar kita, termasuk membaca. Membaca beragam jenis bacaan dapat membuat kita kaya akan pengetahuan. Salah satu bacaan penting yang harus dibaca penulis pemula adalah cerpen karangan penulis profesional agar dapat melihat aspek-aspek penting yang menarik di dalamnya. Kedua aspek tersebut (pengalaman dan wawasan) merupakan sumber inspirasi yang membuat kita mendapatkan tema cerpen dengan mudah.
Tema yang baik adalah tema yang menarik untuk dibaca dan memberikan kesan tersendiri bagi pembaca, seperti menyenangkan, mengharukan, menyedihkan, dan perasaan lainnya. Tema memang dapat diambil berdasarkan kejadian sehari-hari, namun bukan merupakan kejadian yang secara rutin terjadi setiap hari, seperti jatuh cinta, kecelakaan, kematian, pertengkaran, dan lain-lain.
3. Menentukan Sasaran Pembaca
Setelah menentukan tema, perlu ditentukan pula sasaran pembaca dari cerpen yang akan dibuat. Hal ini berkaitan dengan gaya bahasa dan cerita yang akan digunakan dalam cerpen yang dibuat. Berdasarkan batasan usianya, sasaran pembaca cerpen adalah anak-anak, remaja, dewasa, ibu-ibu, dan lain sebagainya. Ada pula sasaran pembaca yang dibedakan menurut gender (perempuan dan laki-laki), agama, dan lain-lain. Namun demikian, ada pula cerpen yang ditulis untuk pembaca umum tanpa batasan usia dan gender.
Pembedaan sasaran pembaca disebabkan karena setiap cerpen memiliki karakteristik tersendiri. Misalnya, cerpen untuk anak-anak memiliki karakteristik tersendiri, yaitu mengandung unsur moral dan pendidikan yang kuat dan tertulis secara eksplisit. Berbeda dengan cerpen untuk pembaca dewasa biasanya pesan moral yang dikandung tidak ditulis secara eksplisit agar tidak terkesan menggurui. Cerpen remaja biasanya memiliki tema-tema dengan kehidupan ala remaja, seperti yang biasa terlihat dalam cerita teenlit atau cerita khas remaja perkotaan dengan segala pergaulannya. Berbeda dengan cerpen religius yang biasanya dipenuhi dengan pesan-pesan keagamaan.
4. Mulai Menulis
Setelah menentukan tema dan sasaran pembaca, saatnya menulis. Proses inilah yang menuntut ketekunan dan kecermatan. Pada prosesnya, kita dituntut untuk dapat mengembangkan imajinasi yang dirangkai melalui kata-kata. Pada saat menulis, kita harus telah menyiapkan kerangka pembangun cerpen yang akan ditulis. Kerangka pembangun tersebut biasa disebut dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Unsur intrinsik cerpen yang perlu diperhatikan adalah adanya tokoh dengan beragam karakter penokohannya, adanya alur, sudut pandang yang digunakan penulis, dan lain sebagainya. Unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen akan dibahas pada poin berikutnya.
Karena merupakan karya sastra fiksi maka cerpen bersifat fiktif atau berdasarkan khayalan semata. Maka, penulis cerpen dituntut untuk dapat mengolah imajinasinya agar cerpen yang dibuat terasa hidup dan terjadi di kehidupan nyata. Namun demikian, fiksi bukan berarti cerpen tidak dapat diambil dari kisah nyata. Banyak cerpen yang ditulis berdasarkan kisah nyata, namun pada pengolahannya tetap tidak sepenuhnya sama dengan kehidupan nyata, bahkan dibumbui unsur imajinasi.
5. Membaca Kembali dan Merevisi jika Terdapat Kekurangan
Setelah selesai menulis, cerpen yang telah dibuat harus dibaca kembali. Hal tersebut berguna untuk menyunting (editing) sederhana tulisan yang telah dibuat. Menyunting cerpen yang telah dibuat terdiri atas pengecekan penulisan (mungkin terdapat salah penulisan atau pengetikan), ejaan, atau isi secara keseluruhan. Setelah menyunting, maka cerpen tersebut perlu direvisi jika masih terdapat kekurangan. Hal tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang hingga menghasilkan cerpen yang mendekati sempurna.
6. Memublikasikan Cerpen
Apabila cerpen telah selesai dibuat dan direvisi, maka hal terakhir yang perlu dilakukan adalah memublikasikan cerpen tersebut kepada orang lain. Karya yang baik adalah karya yang mendapat apresiasi dari pembaca, baik berupa pujian atau kritik. Selain itu, dengan memublikasikan cerpen, maka kita akan mengetahui kekurangan dan kelebihan cerpen yang kita buat untuk diperbaiki atau ditingkatkan di kemudian hari.